Jumat, 15 Maret 2013

BENTUK-BENTUK PEMBELAJARAN LATIHAN GERAK


BENTUK-BENTUK PEMBELAJARAN LATIHAN GERAK
            Pembentukan gerak merupakan modal pesilat dalam melakukan langkah untuk mendekati maupun menjauhi lawan sehingga diperoleh jarak bela-serang yang tepat.
 Bentuk pembelajaran latihan gerak dapat diberikan secara klasikal berpasangan (berhadapan) atau individu. Adapun bentuk-bentuk latihan gerak dapat diberikan sebagai berikut :
1.   Pembelajaran Pola Langkah Lurus dan Sik-Sak dengan Balok
Pelaksanaanya :
Latihan dilakukan di atas balok yang kuat berdiameter 20 cm, tinggi  20 cm. Sikap awal siswa berdiri di balok tengah (0), dengan sikap pasang tangan  rileks di depan dada.
a.  Siswa berdiri sikap pasang kemudian melangkahkan kaki kanan ke balok 1, ganti kaki kiri ke balok 2, dan seterusnya secara bergantian sampai ke ujung balok 5. Setelah sampai ke balok 5 kemudian berbalik ke arah balok 1.
b.  Pelaksanaan langkah dapat divariasi dengan angkatan, lompatan atau putaran.
c.  Pelaksanaan pembelajaran pola langkah lurus dan pola langkah sik-sak  sama. Perbedaannya pada arahnya (lurus dan kelak-kelok).

Pelaksanaannya :
a.   Latihan dilakukan di atas balok yang kuat berdiameter 20 cm, tinggi  20 cm. Sikap awal siswa berdiri di balok tengah (0), dengan sikap pasang tangan  rileks di depan dada.
b.  Pelaksanaan sama dengan pola langkah lurus dan sik-sak (lihat cara melaksanakan pada materi pola langkah sebelumnya).

2.   Pembelajaran Latihan Beladiri
Falsafah  beladiri adalah mengutamakan pembelaan, oleh karena itu unsur-unsur belaan diberikan terlebih dahulu.
Unsur-unsur pembelaan meliputi: hindaran, elakan, tangkisan dan tangkapan. 
Bentuk latihan elakan dengan permainan, pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
a.       Siswa sikap berdiri bebas melingkar, guru berada di tengah lingkaran dengan membawa tali/sabuk yang diberi pemberat bola kecil, kemudian memutar sabuk setinggi dada siswa.
b.      Siswa harus mengelak ke bawa atau ke samping supaya tidak terkena bola.
c.       Untuk variasi guru memutar sabuk ke bawah sasaran pada kaki, siswa harus menghindar ke atas dengan melompat/meloncat.